CARI SOUVENIR PERKAWINAN..??

Sunday, November 7, 2010

Perlukah suami-suami ber-GOSSIP..???

Sedikit intermezzo ditengah kepanikan dan kesedihan akibat meletusnya Gunung Merapi, biar pikiranku agak tenang, relax, nggak panik. Seperti blogger yang lain, kadang-kadang 'blog' bisa jadi ajang curhat...curcol...misalnya yang lagi heboh sekarang, curhatnya Marissa Haque tentang ketidaksukaannya akan kedekatan suaminya dengan artis lain a.k.a Vina Panduwinata dan Memes Addie MS... Tapi postingan kali ini bukan tentang Marissa, bukan tentang Memes..seperti biasa, postingan kali ini hanya postingan ringan aja, yang bahannya diperoleh nggak sengaja.. ;)

Oktober lalu, suamiku pergi luar kota, yang letaknya jauh di bagian selatan pulau Kalimantan. Seperti biasa, si istri (aku) berubah profesi jadi sopir untuk nganter ke bandara Supadio...Nggak panjang cerita-nya, tau-tau udah 2 hari kemudian, suamiku pulang, si sopir (akuuuuu) jemput ke bandara sama Attila, pas jam Attila pulang sekolah, jadi sekalian. Setelah anter-anter dua orang temen suami yang nunut, akhirnya kita tinggal ber-3 di mobil, suamiku cerita...ini ceritanya...


Pengantar cerita (hehehe...) : ternyata suami-suami kalo ngumpul bisa gossip juga, salah satu dari temen yang waktu itu nggak ikut pergi, diomongin..., dirasanin tepatnya...

Ternyata, si A yang keliatannya bertampang sangar, tinggi besar, takut sekali sama istrinya...(kata Sule...SUSIS...hehe). Suami-istri itu hidupnya sangat royal, segala sesuatu yang dibeli adalah barang yang mahal harganya, walaupun nggak diperlukan, pergi ke Jakarta dalam waktu 2 hari bisa menghabiskan uang lebih dari 50 juta cash...belum lagi yang dibayar pakai creditcard. Uang yang sangat banyak menurutku... Tapi nggak ada masalah kok, selama mereka mampu, dan itu sudah menjadi kesepakatan mereka berdua, dengan kata lain pengeluaran itu sudah disetujui bersama.

Lagi-lagi bukan masalah pengeluaran mereka yang jadi perhatianku, tapi cara mereka 'berkomunikasi', si istri sering datang ke kantor suaminya (suaminya mengelola sebuah kantor konsultan), dan menanyakan 'uang' yang dibayar oleh orang lain untuk kontrak pekerjaan dengan perusahaan mereka. Tanya di depan pegawai-pegawai dan orang-orang yang ada di kantor itu. Cara bertanyanya gini kira-kira,"kemaren uang dari pak X mana?" kalau nggak dikasih bisa marah-marah...

Haduh...kok nggak ada ya dalam pikiranku, melakukan hal seperti itu...alasannya, nggak sopan, nggak etis, nggak pantes, dan GENGSI... ;p

Aku sempet nanya sama suamiku, gimana rasanya denger ternyata ada istri yang kayak gitu ke suaminya, sedangkan aku nggak begitu..(jiaaah....wkwkwkwk), waktu itu suamiku jawab,"ya seneng aja, bersyukur..." (memang pelit ngomong beneran suamiku ini...hehe)

Ternyata kadang-kadang perlu juga suami bergossip, kalo hasilnya bisa bikin suami lebih bersyukur punya istri kayak aku...hehehe...

Buat istri-istri yang kebetulan baca postingan ini, dan merasa diri anda begitu...silakan merubah diri, kalo pengen uang lebih banyak, cari aja sendiri, jadi nggak perlu minta-minta kalo pengen apa-apa...hehe, kalo misalnya dikasih atau dibeliin syukur Alhamdulillah, tapi bukan dari hasil kita merengek-rengek minta dibeliin, atau lebih parah lagi ngamuk-ngamuk minta uang....gengsi kali... ;D

2 komentar:

Anonymous said...

Bersyukur punya istri, membahagiakan istri akan melancarkan rejeki dengan cara yang baik dan halal..

indana said...

duuh dapat aja yaa bahan buat postingan , he he ngeri juga tuch kalo ada 10 suami punya istri seperti itu. kali aja istri seperti itu nggak pernah mengenal sekolahan dan pengenal pelajaran etika yaa mbak .. nauzubillah deeeeeh