CARI SOUVENIR PERKAWINAN..??

Tuesday, February 24, 2009

Rugi 2 Milyar berhenti di Traffic Light


Traffic Light, lampu pengatur lalu lintas, semua pasti sedah pernah mendengar kata-kata itu. Lampu merah istilah lainnya walaupun warnanya ada yang hijau dan kuning selain warna merah. Fungsinye sebagai pengatur lalu lintas juga hampir semua orang sudah tahu. Anak saya yang TK saja sudah sangat paham bahwa setiap warna lampu yang menyala punya arti yang berbeda. Merah = berhenti, kuning = hati-hati, hijau = jalan.


Agar bisa diakses dengan mudah, lampu dibuat dalam beberapa ukuran, untuk jalan yang lebar dipasang lampu dengan ukuran yang besar, sedangkan untuk jalan yang lebih kecil dipasanglah lampu lalu lintas yang lebih kecil. Sekarang dalam perkembangannya ada petinjuk waktu digital yang dipasang di lampu lalu lintas. Fungsinya untuk memberitahukan kepada pemakai jalan, berapa lama dia harus berhenti, berapa lama lagi dia boleh melanjutkan perjalanan. Menurut saya efeknya bagus, kita jadi tahu, bahwa sebenarnya waktu kita yang ‘diambil’ untuk berhenti, tidak begitu lama. Paling lama hanya 60-an detik.


Rasanya aturan berhenti-jalan-hati-hati itu berlaku global di seluruh dunia, jadinya seharusnya kita juga melaksanakannya tanpa alasan.


Pernah tidak, kita merasa jadi orang aneh, ketika kita berhenti sendirian di lampu merah, pada saat lampu memang menyala merah, sedangkan ‘kawan-kawan’ kita yang seharusnya ikut berhenti juga malah meneruskan perjalanan karena mungkin masih merasa aman. Belum ada kemungkinan ‘tabrakan’ dengan kendaraan lain yang berlawanan arah. Saya sering mengalami hal itu, mungkin banyak warga Pontianak yang perrnah merasakan hal serupa dengan saya. Untuk yang pernah merasakan hal itu, selamat, anda termasuk orang yang tertib dan mengerti peraturan. Sedangkan bagi yang belum pernah, semoga anda bukan termasuk orang liar yang sering melanggar peraturan, tapi orang yang pada saat berhenti di lampu merah memperoleh banyak kawan yang mau ikut berhenti dengan tertib.


Anak saya pernah bertanya, ketika kami berdua terlibat percakapan di dalam mobil. Dia menanyakan kenapa ada pengemudi yang terus berjalan sewaktu lampu lalu lintas menyala merah, jawaban saya adalah, orang itu dulu tidak bersekolah, jadi tidak ada ibu guru yang memberitahukan kepadanya tentang aturan itu. Jawaban itu memuaskan anak saya. Jawaban itu terpaksa keluar dari mulut saya, karena saya belum bisa menjelaskan suatu ‘pelanggaran tanpa hukuman’ kepada anak saya yang masih berusia 5 tahun, karena yang dia ketahui pelanggaran terhadap aturan harus ada konsekuensinya, ada hukumannya. Sedangkan yang dia lihat saat itu, tidak ada hukuman apapun yang diterima oleh si pelanggar.


Lebih parah lagi, ketika lampu masih merah, kira-kira 5 detik lagi akan berubah menjadi hijau, banyak yang mencuri start jalan duluan. Seberapa pentingnya urusan orang itu sampai 5 detik saja tidak mau berkorban untuk kepentingan dan keselamatan bersama. Sebegitu kepepetnya kah sampai harus buru-buru. Berlebihan sepertinya.


Ketika kita memikirkan diri sendiri, mungkin kita bisa saja melakukan pelanggaran, pelanggaran terhadap berbagai aturan, termasuk peraturan lalu lintas. Tapi bayangkan saja akibat yang ditimbulkan oleh pelanggaran tersebut, misalnya yang paling sering terjadi, adalah tabrakan. Pikirkan saja, apabila saya seringkali membawa anak saya di kendaraan yang saya kemudikan, tentunya banyak ibu-ibu lain yang juga membawa anaknya di kendaraannya. Bisa jadi itu mobil, bisa juga motor. Kalau kita menabrak orang yang tidak punya sanak keluarga, yang hidup sebatang kara, mungkin efek yang ditimbulkan secara sosial akan sangat berbeda dengan apabila kita menabrak ibu-ibu yang sedang berkendara bersama anaknya.


Jadi apabila berkendara, jadilah pengendara yang peduli dengan kondisi sekitar, selain itu, apa sih yang anda kejar sehingga tidak ada waktu untuk berhenti selama 1 menit? Uang yang jumlahnya 2 Milyar, atau bisnis yang ratusan juta, yang tidak boleh terlambat biarpun hanya 1 menit?


Tolong biarkan negara ini, kota ini, menjadi kota yang normal, sehingga orang yang melanggarlah yang jadi makhluk aneh, bukan yang tertib yang jadi merasa aneh berhenti di perempatan sementara lampu memang menyala merah.

Thursday, February 19, 2009

Penipuan mengatasnamakan Yellow Pages??

Udah 3 (tiga kali) aku ditelponin sama orang yang ngakunya dari Yellow Pages. Yang pertama beberapa bulan yang lalu. Langsung nyebut kalo mau ketemu ibu Louise, pemilik usaha Delicia Cake. Suaran orang laki-laki, no teleponnya ber kode area 0561 (pontianak), ngaku petugas dari Yellow Pages (YP), yang mau menawarkan pemasangan iklan Delicia di YP. Awalnya percaya aja, soalnya memang no HP-ku udah nyebar kemana-mana, secara pedagang gitu...biar gampang dihubungi calon costumer..no HP nggak diumpetin dong. Selain itu kebetulan no telpon rumah di buku telepon memang atas namaku, bukan atas nama pak Uray Fery Andi.
Setelah panjang lebar ngomong, aku nanya, "kantornya dimana pak?" soalnya lama-lama rada curiga sama omongannya (detailnya aku lupa..). Jawabnya,"kita aja nanti yang ke tempat ibu." Tambah curiga, "Iya, tapi kantornya dimana? Di kompleks telkom ya pak?" "Bukan bu, nantilah kita yang ke tempat ibu." Nadanya terdengar mulai gusar. Akhirnya aku memutuskan ini awal dari tindakan penipuan karena nada yang mulai meninggi, identitas yang disembunyikan. Akhirnya aku bilang kalo aku nggak berminat pasang iklan di Yellow Pages. Titik. Apa jawabnya,"Huh, ya sudah kalau ibu nggak mau...!!" Mungkin dia kesel, udah lama-lama ngomong kok akhirnya nggak kena sasarannya.
Telepon kedua kira-kira 3 hari yang lalu, perempuan, telepon ke telepon rumah,"ibu Louise saya dari Yellow Pages, mau menawarkan perusahaan ibu beriklan di Yellow Pages..." Karena lagi super ribet, aku langsung jawab "maaf mbak, saya nggak berminat, makasih ya.." trus telepon ditutup.
Telepon yang ketiga kemarin tanggal 19 Februari 2009, jam 10.33 WIB, dari petugas YP (ngaku bernama pak Ahmad), dengan no telp (0561) 746252. Juga menawarkan iklan YP, hanya saja berhubung (satu) emang nggak berminat, (dua) udah merasa mau ditipu, (tiga) si bapak kurang meyakinkan...jadi langsung di reject deh teleponnya sama boss Delicia...hehehe.
Untuk telepon yang pertama saya yakin bener intu kalau diterusin ujung-ujungnya mau nipu, kalo yang kedua-ketiga nggak begitu yakin siiiih...tapi 80% adalah keyakinan itu, keyakinan kalau itu penipuan. Tapi kalo misalnya salah ya alhamdulillah, berarti dari 3 kemungkinan penipuan cuma 1 yang bener, yang 2 bukan...jd prosentasenya 33% jujur, 67% nggak jujur...lumayanlah..masih 1/3.
Pernah nggak ya ada yang menerima telepon sejenis, trus gimana kelanjutannya? Pengen tau sih...Penipuan apa bukan gitu...

Sunday, February 15, 2009

Telkomsel yang menyebalkan...(baca: Hati-hati pakai kartu Halo)

Dari dulu paling nggak seneng sama yang namanya Telkomsel. Duluuuu sih pernah pakai simpati, secara jaman dulu adanya cuma itu. Nggak tau ya kenapa, kurang suka aja, kesannya 'nggak canggih' gitu. Biar suamiku dari pertama punya HP nggak ganti nomor tetep pake Halo, aku tetep paling males sama semua produk Telkomsel...kesannya jadul gitu.
Sayang banget, pas muncul flash, aku rada tergoda, secara Freddy Hernawan (Fred, rekomendasimu nggak bagus...) promosi flash habis-habisan. Pas waktu itu kebutuhanku akan koneksi internet mobile lagi heboh-hebohnya. Akhirnya aku daftar Halo, dengan tujuan make flash-nya aja. Dapet Telkomsel Flash yang unlimited..yang akhirnya bener-bener unlimited...maksudnya membutuhkan kesabaranku yang unlimited gitu....leletnya setara sama telkomnet instan jaman dulu (nggak tau sih telkomnet instan yg jaman sekarang tu kayak apa). Yang kalo mau buka satu situs aja....nggak kebuka-buka. Ampun dah...
Jadi selama 2-3 bulan (lupa) langganan Telkomsel Flash, sama sekali nggak dapet apa-apa kecuali tagihan yang muncul tiap bulan.
Pulang dari Jogja awal Desember 2008, aku ke Ghrapari, nutup Halo-ku. Setelah dibujukin sama temen yang pegawai Telkomsel.."Sayang lho mbak...habis ini nggak ada lagi yg Unlimited)". Biarin ajaaa....wong biar judulnya unlimited, ternyata ga bermanfaat sama sekali.

Waktu aku tutup Halo-nya, di kasir aku dibilangin sama Kasirnya.."ini udah ditutup ya bu, sampai tagihan yang terakhir, jadi udah nggak ada tagihan lagi. Kuitansinya disimpan, supaya kalo ada apa-apa ada bukti pembayarannya". Kalimat terakhir itu kuncinya...Ternyata, itu merupakan kalimat pernyataan yang seharusnya gini bunyinya, " Bu, kuitansi tolong disimpan, karena sistem billing kami nggak bagus, sering ngaco, dan kemungkinan besar ibu akan ditagih lagi...". Gitu...cuma rada diperhalus. Karena kalo dia ngomong gitu, pasti bakal aku marahin.
Akhirnya d-day nya datang juga...tagihan susulan itu datang juga...kemaren aku ditelepon sama orang Telkomsel, dibilangin ada tagihan pemakaian Januari...aku langsung bilang kalo udah tutup per desember. Katanya di data billing Telkomsel ada tagihan untuk kartuku.

Dia nanya,"ada tanda buktinya bu?"
"Adalah..." jawabku
"Ibu bisa ke Ghrapari?"
"Ngapain?"
"Nunjukin bukti pembayaran?"
" Nggak bisa..."
"Kenapa ibu?"
"Males saya, sistemnya Telkomsel yang ngaco kok jadi ngerepotin saya??"
"O gitu ya bu, ya sudah bu terimakasih"
"Ya.."
Tutup teleponnya

Tadi siang pulang dari sekolah Attila, ada surat tagihan dari Telkomsel...sighhh...

Aku bukan orang sibuk, tapi males banget lah...masak kayak gitu sih...apalagi sekarang aku ubek-ubek berkasku kwitansi itu nggak tau kemana...nyebeliiiin. Aku jadi mikir, kalo misalnya kayak gitu caranya Telkomsel, untungnya banyak ya...tagih aja pemakai Kartu Halo yang udah ditutup 2-3 bulan, tanggung deh, kuitansinya udah pada ilang..jadi nggak punya bukti udah bayar. Kan bisa tuh ditagih lagi...

Tagihan Halo-ku nggak banyak Rp. 142rb-an (banyak juga sihhh...) , tapi nyebelin banget kan...142rb x 10 orang aja...udah untung 1,4jt kan... ;)

Aku merasa udah bayar, udah selesai urusanku sama Telkomsel, jadi males lah berurusan lagi...tinggal 1 urusanku yang berhubungan sama Telkomsel, bujukin (baca : maksa) suamiku pindah ke provider lain... Perasaan nggak bagus-bagus amat juga pelayanannya...Ampun dah.

Kali-kali ada pegawai Telkomsel yang baca tulisan ini, beresin dulu lah sistem-nya, biar nggak bikin kesel... Kalo mmemang belum mampu, nggak usahlah maksa nyari pelanggan banyak-banyak... oya no Halo-ku (tapi udah mati sejak Desember) 08115707241

Jadi bener ya, kesan jadul dan nggak canggih (menurut aku...) tentang Telkomsel, terbukti bangetttt...!!! Nggak usah pake Telkomsel deh....not recommended..asli..!!!

Thursday, February 12, 2009

Attila 5th Birthday...

My Attila...anak yang nggak pernah merepotkan Mommy...

My Attila is 5 now...fiuhhh...we've passed 5 years boy..!! and I love you more and more...
Attila adalah satu-satunya alasan kenapa aku jadi kayak sekarang ini...jobless (versi formal job gitu...), do everything at home, do all thing for my family (walopun ada mak Ijah yang setia bantuin...dan nambah 1 lagi asisten rumah tangga sekarang). Nggak ada alasan yang tepat untuk ninggalin Attila bekerja dari pagi-sore, nggak ada sama sekali. Semua alasan luntur demi satu kata yang dahsyat banget...'kangen Attila!!!" eh, dua kata ding...
Biar duit berjuta-juta, biar posisi yang kinclong kayak apa...sampe nolak-nolak kerjaan yang ditawarkan orang ke aku..(sombong yaaa...), masya Allah...nggak kuat aku ninggalin Attila. Dulu punya pemikiran, mungkin nanti, kalo attila udah gedean dikit...ternyata tetep nggak bisa. Apalagi nambah Athaya yang aktifnya luar biasa... Dont worry boys, mommy stay at home, work at home...

Kemaren 11 February 2009, genap 5 tahun yang lalu aku kesakitan luar biasa waktu persalinan, bahkan setelahnya aku harus opname dan terpisah dari Attila. Justru Attila yang jenguk aku di RS. Rasanya cepet banget udah 5 tahun, cerita persalinan tinggal cerita seru yang bisa di share ke temen, sodara, ke siapa aja yang mau denger. Nggak ada rasa bosan nyeritainnya... Sayangnya belum bisa cerita lengkap sama Attila, umurnya baru 5...hehe

Ultah attila kemaren kita ngadain acara sama temen-temen sekolah Attila dari TK Al-Mukaddimah. Acaranya di cafe mommy, di Delicia. Ngundang 20 orang temen Attila sekelas (kelas A-2), plus 5 orang anak kelas sebelah (kelas A-1) yang emak-emaknya dikenal sama mommy, terus sama anak kelas B yang emaknya juga mommy kenal. Mommy bikin 50 lembar undangan, yang dateng....67 boo...dihitung dari jumlah bingkisan yang disiapin 70 tas, cuma sisa 3. Alhamdulillah...

Undangan ultah Attila, design by Mommy... ;)

Untung karyawan Delicia sigap semua...malemnya tiup balon sampe jam 12 malem, dekor dikerjain 6 orang...haha..kayak mantenan ajaaa...trus oom Indra Jassa Borneo nganter backdrop jam 7 malem. Nunggu cafe sepi, dekor baru bisa digarap. Aku...bikin cupcakes 100biji, dihias lhooo...trus bikin pudding 75 biji, kita pesen paket ultah untuk makannya, biasalah fried chicken gitu. Pesen ice creamnya di Delicia... ;) Tau nggak aku kerja sendirian sampe jam berapaaa??? Jam 4 pagi ibu-ibu... Karena harus bikin birthday cake juga.

Cupcakes yang 100 itu...

Birthday Cake Transformer Animated

Kali ini tema yang di request sama Attila adalaaaah... TRANSFORMER ANIMATED. Tadinya minta ben10 ALIEN FORCE...itu lho ben10 yang udah ABG. Secara tahun lalu juga ben10, mommy nego dong... Alternatifnya tema Hotwheels atau Transformer Animated. Dan yang jadi pemenangnya adalaaaah TRANSFORMER ANIMATED (TA). Oke ajah...secara TA ini colourfull banget,cocok banget buat tema ultah anak-anak.

Itu laporan sekilas Ultah Attila foto lain nyusul secara koneksi lagi lelet banget. Upload image nunggunya kayak mo brantem aja rasanya...

Untuk Attila tersayang, selamat Ulang Tahun sayang...tetep baik hati, penyayang, penurut, dan penuh perhatian seperti biasa ya... Sayang mommy, papa, dedek Athaya, juga semua orang. Remember about your kindness...make mommy love you more and more... I love you Attila...

Sunday, February 1, 2009

Kok chatting kenapa sih??


Baru aja beberapa jam yang lalu...aku denger kata-kata yang menurut aku salah kaprah. Kata-kata itu dikeluarkan oleh seorang temen yang cukup akrab, mengenai chatting. Kata-katanya gini ," Kalo bu Louise komunikasinya lewat chatting, kalo saya karena suka nulis, lewat blog..." Kata-kata itu bukan ditujukan ke aku, tapi ke jurnalis yang lagi nggak sengaja wawancarain beliau pas kita menghadiri seminar. Kebetulan si jurnalis udah kenal sama aku...pas nggak sengaja ketemu di forum itu aku bilang ke dia ,"mbak wawancarai ibu ini...smart woman nih.." Trus wawancara dilakukan di sela-sela break lunch seminar. Kebetulan temen ini kenal aku sebagai ibu rumah tangga, yang punya bisnis kecil-kecilan jualan kue...

Setelah ngobrol agak panjang, ternyata beliau malah belom punya blog (piye to bu...??) ... sementara beliau hobby menulis. Sedangkan aku yang ibu rumah tangga, suka kelebihan waktu, banyak nganggur, suka chatting, udah lebih duluan ngeblog...(maaf ya bu...duluan...permisi.... ;) )

Kalo diceritain lebih panjang, sangat kelihatan bahwa chatting di mata beliau, persepsi beliau mengenai chatting adalah sesuatu yang tidak penting, dilakukan oleh orang kurang kerjaan, yang nggak suka nulis dan nggak nge-blog....hohohoho...wait a minute mom...

"You dont know the power of chatting yet...!!"

Selama bertahun-tahun chatting, baik di YM ataupun Facebook aku ketemu sama banyak sekali orang...yang awalnya memang sudah kenal, yang sekedar tahu, sampai yang bener-bener belum kenal sebelumnya. Profesinya beragam, dari pengangguran (kalo ibu rumah tangga dianggap pengangguran), pedagang (kalo nggak pantes disebut businessman/woman---say hello buat mas Tonton, Sharah, Mbak Vita, Jengnad, dan temen-temen lain di Bundainbiz), guru(hallo Nurita...), Jurnalis ( Akim, Mering, dkk), PENULIS (hai Pay...), dosen (pak Ilya, pak Wing, pak Ikaputra, pak Ahmad Djunaedi, dan orang-orang pinter lainnya...), temen-temen baker (hai all @ NCC), dan masih buanyaaaaaaak lagi temen-temen dunia maya-ku yang selama ini nemenin aku lembur kerjaan sambil chatting. Mereka aktif chatting, aktif ngeblog...dari yang orang-orang kantoran bergaji 500rb sampai puluhan juta, arsitek, dokter, sampai penyanyi...dari anak SD sampai yang udah professor...fuihhh...kurang tinggi gimana lagi ya kalo udah jadi professor???

So jangan underestimate sama chatting...jangan salah kaprah, chatting powernya luar biasa...transaksi berjuta-juta rupiah bisa terjadi dengan chatting, persaudaraan bisa terjalin dengan chatting, negatifnya??? banyak juga...cuma saja, orang-orang yang namanya aku sebutin di atas, mestinya orang-orang cerdas yang tau banget bahwa chatting itu bermanfaat, jadi mampu menjauhkan efek negatifnya.

Mudah-mudahan tulisan ini dinilai sebagai alat 'pembuka mata' mengenai kesaktian 'chatting' dan bukan sebagai ungkapan kesal seseorang yang merasa dinilai sebagai 'orang yang kurang kerjaan'... ;)